Jumat, 10 Oktober 2008

Sectio caesar


Untuk kelahiran anak keduaku "Mbak KHEYSA", aku harus menjalani operasi caecar. Karena ketika kontrol ke dokter kandunganku, pas usia kehamilan 37 minggu, berat badanku mengalami penurunan 1/2 kg. Itu adalah hal yang kurang wajar, ketika dicek ternyata ketuban didalam rahimku dah hampir habis, hal itu bisa aja terjadi karena rembes ataupun kondisi ari-ari yang sudah tak mampu lagi menghasilkan ketuban bagi si janin. sehingga malam itu juga dokter menyuruhku untuk masuk RS, dengan harapan bisa dilakukan persalinan normal. Tapi yang terjadi diluar dugaan, walaupun sudah dibantu dengan pil untuk merangsang kontraksi dan mempercepat pembukaan jalan lahir, namun tak ada perubahan. Si bayi tetap anteng dalam rahim, seolah-olah enggan keluar. Mungkin dia tahu kalo dunia ini begitu kejam, he...he...
Karena takut si bayi kehabisan bahan makanan (ketuban), maka dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar.
Mo tahu prosesnya, Sebelum operasi berlangsung ada tahap persiapan antara lain, pengecekan tekanan darah, pengosongan lambung (diberi minum Mylanta), kalo belum sempat BAB diberi obat dulcolac, lalu pemasangan kateter, pembersihan "daerah rahasia", lalu pemasangan infus.
Kemudian tahapan selanjutnya kita akan dimasukkan ke ruangan operasi, disana akan ada beberapa dokter dan suster yang akan membantu proses tersebut. Ada dokter yang mengawasi tekanan darah dan denyut jantung kita yang terpantau melalui monitor, kemudian dokter Anestesi yang bertugas melakukan pembiusan, dan yang pasti dokter kandungan kita yang menjadi sutradara dalam proses operasi yang sedang berlangsung.
biasanya untuk operasi caesar, kita akan dibius lokal, sehingga kita masih tetap sadar selama proses itu berlangsung. Aku aja pas kulit perutku diiris, saat bayi mulai diambil dari dalam rahim, saat anakku tercinta menangis keras, kemudian dia dibawa untuk segera dibersihkan, dan diberikan kepadaku untuk kucium, semua kulalui dengan sadar. Baru setelah itu nggak tahu kenapa aku tertidur, tahu-tahu udah ada di ruang khusus untuk pengawasan intensif. Baru keesokan harinya dipindahkan kekamar perawatan biasa.
Untuk operasi Caesar, kita tidak perlu merasakan sakitnya jahitan di perinium, walaupun mungkin pemulihan lebih lama dibandingkan persalinan normal. Pasca pembiusan akan memberikan efek yang berbeda-beda, ada yang begitu sadar langsung muntah, ada yang pusing, ada yang nggak bisa buang gas, dll. Kalo aku setelah operasi sering merasa kedinginan, tiba-tiba aja badan menggigil. Lalu kalo persalinan normal kita boleh langsung makan dan minum apa saja setelah bersalin, tapi untuk operasi caesar kita harus nunggu buang gas dulu, baru boleh makan dan minum. Itupun bertahap, nggak boleh langsung banyak, takutnya ada masalah dalam pencernaan kita pasca operasi.
Bedanya lagi, kalo untuk Caesar kita harus merogoh kocek lebih dalam. Tapi yang jelas apapun akan kita lakukan untuk keselamatan buah hati kita tercinta khan ??

Persalinan Normal


Pada saat Kakak ANCHA lahir, aku harus menjalani persalinan secara normal. Walaupun dia lahir sebelum waktunya, seperti persalinan yang lain, aku mengalami kontraksi yang makin lama makin hebat, diikuti dengan pembukaan sampai lengkap dan diakhiri dengan keluarnya janin dan ari-ari dari rahimku. Uhh.... benar-benar proses yang sangat panjang dan mendebarkan. Alhamdulillah dia lahir dengan kondisi yang sehat, normal, tangisnya kencang sekali. Kalo kuingat saat itu adalah tahap awal perubahanku menjadi seorang ibu. duh... bahagia sekali. Untuk proses Persalinan normal ini, ada keuntungan dan kekurangannya. Kalo keuntungannya antara lain biaya persalinan murah, masa pemulihan lebih cepat (tapi itu tergantung kondisi). Kalo untuk aku, proses persalinan berlangsung tengah malam, eh.. paginya aku udah bisa mandi sendiri di kamar mandi. Kalo kekurangannya antara lain bekas jahitan di perinium rasanya sakit banget (hal itu yg sering membuatku mengalami baby blues). kalo anda mengalami hal ini, pake aja alkohol yang ditaruh diatas selembar kasa bersih, lalu letakkan diatas pembalut trus dipake, dijamin rasanya minta ampun perihnya, tapi luka itu akan lebih cepat sembuhnya. kalo pengen cepet balikin bentuk badan, nggak perlu pake ngebatasin pola makan. Hal itu akan membuat produksi ASI kurang maksimal, kita malah jadi kurang fit. Dengan jalan menyusui dan merawat sendiri si baby, pasti akan membuat badan lebih cepat kembali ke bentuk asal. apalagi kalo si bayi bobo'nya masih belum teratur, siang hari dia tidur, malam hari dia bangun, wah dijamin deh badan akan cepet langsing karena kecapekan. kalo udah githu Welcome to sleeplessworld. he....he...

Masa Kehamilan (KHEYSA)

Kucoba membuka kembali ingatanku, saat dimana aku menjalani masa kehamilan keduaku. Seingatku semua berjalan lebih mudah, bila dibandingkan dengan saat aku mengandung kakak ANCHA. Mungkin itu kembali ke diri kita masing-masing, bagaimana kita menyikapi segala perubahan yang ada. Maksudnya ...
ketika kita dihadapkan pada kondisi yang belum pernah kita alami sebelumnya, mungkin kita akan terkaget-kaget, apalagi kondisi itu harus dijalani hampir 9 bulan lamanya. Rasa mual yang tak kunjung hilang, pegal-pegal sekujur badan, nyeri punggung, jadi "penghuni" tetap kamar mandi, belum lagi diikuti bentuk badan yang tak proporsional lagi.
Nah, mungkin itulah yang membuat kita harus memilih dalam bersikap. Mungkin saat kehamilan pertamaku dulu, aku masih belum belajar banyak tentang bagaimana menikmati semua perubahan yang ada. Aku hanya berkutat pada apa yang saat itu kurasakan. Jadi bawaannya nggak nyaman terus. Untung saja di kehamilanku yang kedua, aku dapat melaluinya dengan lebih santai sehingga semua keluhan yang biasanya muncul itu nggak seberapa kurasakan.
Ternyata benar kata orang-orang dulu, " Kalo pas hamil jangan suka sedih ato nangisan, ntar bayinya jadi sering rewel pas dah lahir".
Kalo dibandingkan antara kedua anakku itu, si kakak lebih sensitif dan gampang tersinggung. Sedangkan si adik lebih santai dan cuek dalam menghadapi apapun.
Apalagi saat aku mengandung anakku yang kedua itu, kujalani hari-hari dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan kantorku.
Alhamdulillah, aku bisa lebih mandiri dalam menghadapi masa kehamilan keduaku itu.

Kamis, 09 Oktober 2008

Masa Kehamilan (ANCHA)


Untuk urusan momongan, alhamdulillah aku diberi kemudahan oleh-Nya. Kakak Ancha begitu cepat dianugrahkan kepada kami, tak perlu menunggu lama. Setelah menikah, bulan berikutnya aku dah nggak dapat kunjungan rutin dari tamu spesialku. kalo kata orang jawa, "mapak dino".
kehamilan lancar, wakaupun pas hamil pertama ini aku manja banget, males makan, males minum susu, males mandi, bawaannya sedih terus, tapi kalo ditanya nggak ngerti penyebabnya. Pokoke bawaannya sumpek banget, tapi anehnya hobby jalan-jalan, he...he. trus pernah pas acara tujuh bulanan, diadakan pengajian yang dihadiri ama bapak-bapak. kebetulan aku dah capek ngikutin prosesi acara tersebut (siraman, sungkeman, dodol dawet, etc) jadinya disuruh istirahat aja dikamar. Biasalah kalo orang hamil bawaannya pengen pipis terus, karena pintu ditutup dan kalopun dipaksain keluar harus berjalan melewati para bapak-bapak, maka aku ambil alternatif lain yaitu, keluar lewat jendela kamar. untung aja pas loncat, perut aku masih muat tuk melewati celah jendela itu. dan akhirnya pas aku ke kamar mandi, kehebohan terjadi...
Semua keluarga termasuk suamiku,ngomel-ngomel.... (biasalah, kuatir...:-)
Eh ngeliat kelakuanku itu orang-orang pada komentar, " kaya'nya bayinya laki-laki nih, soale ibunya banyakan tingkah". Eh,... ternyata benar dugaan mereka.
adalagi mitos yang agak cocok, katanya kalo pas hamil males dandan, muka jerawatan, kusut, pasti bayinya laki-laki, ternyata ini juga cocok.
trus katanya kalo pas hamil kebanyakan sedih atau emosian, maka bayinya ntar pas lahir bawaannya sensitif, ternyata bener juga.
kalo pas hamil nggak boleh makan cumi-cumi, takut bayinya item kelunturan, ehm... kalo yang ini agak aneh, tapi kakak Ancha emang kulitnya agak gelap sich.
wis, nggak papa yang penting kehamilan yang pertama ini berjalan normal. Walaupun muka nggak karuan, penuh jerawat, yang penting nikmatin aja.
Alhamdulillah bisa ngerasain jadi wanita yang sesungguhnya.

Kalo ini, Bidadari kecilku...!


Namanya KHEYSA
nama panjangnya "Shakillanaura Kheysa Adifa"
Artinya wanita cantik yang bersinar bagaikan bintang, baik hati dan tidak sombong.. :-)
kalo ini yang ngebuat nama adalah ayahnya.
Awalnya kita dah kepincut ama nama KHEYSA, pas nganterin si kakak sekolah (kelas Babbies, di The Little scholl house). disana ada cewek kecil yang namanya Kheysa, sejak itu kita berdua dah ancang2 kalo punya baby cewek mo di beri nama tersebut. Kheysa, nama itu kesannya cantik dan imut banget.
Trus tuk awalannya "SHAKILLA" artinya cantik (kita cari dibuku panduan), karena harus mengandung nama benda langit,kita pilih nama yang memiliki arti bintang, akhirnya dapet nama "NAURA". Klopp khan ....???
kalo "ADIFA", sama seperti kakaknya, yaitu nama marga, bukan margasatwa lho, tapi nama keluarga.
Saat ini dia dah bisa menyebut namanya dengan lengkap, kalo manggil dirinya sendiri "mbak Ecca" soale masih cadel (2 th)

Kenalin nih jagoanku..!!!


Namanya Ancha....
Lengkapnya Raditya Khansa Adifa
Artinya Pejuang muslim yang membawa cahaya kebahagiaan (amien...ya robal alamin)
sebenernya yang membuat nama tuh aku, pas mo bikin cari idenya dari buku nama-nama bayi.
Dari dulu dah punya niatan, klo punya baby mo di beri nama seperti matahari, bintang, bulan, dan benda-benda langit lainnya (emangnya mo bikin anak berapa jeng ???).
Pas kebetulan buka buku ada nama keren, "RADITYA", wah cocok nih artinya matahari
Bungkussss....
Trus kata orang, nama harus terdiri dari 3 kata/5 kata/ 7 kata (pokoke ganjil) biar peruntungannya bagus.
maka nya, pas cari-cari nama lanjutannya, hati langsung kepincut ama nama "KHANSA" (dibuku itu dituliskan artinya "Pejuang Muslim")
lalu nama ketiga apa ya ??? Oh ya,kayaknya biar ntar nama anak-anakku seragam harus diberi embel-embel nama Ortunya, jadi deh.. nama "ADIFA", singkatan dari "Anak Dira dan Fajar"
Dulu kami memanggilnya "Khansa", semua berubah ketika ngedaftarin dia sekolah Playgroup, ada temannya dipanggil dengan nama yang sama,"Khansa", padahal dia cewek...Wah, jangan-jangan ada yang salah nih, pikir ku
dan sejak itu dia kami panggil "ANCHA" aja, biar ndak ketahuan salahnya (no problems honey, apa arti sebuah nama)
Dan baru-baru ini dia dah bisa protes tuk urusan namanya, yaitu pas dia nonton Sinetron dengan tokohnya cewek bernama KHANZA.
komentarnya " lho kok namaku dipake ama cewek sih, bunda???"
Aku hibur dia," enggak kak, kalo yang itu khan pake "Z".
Oooo, githu ya??

Buat Blog baru lagi nich !!!

Mohon maaf sebelumnya....
bukannya serakah ataupun sejenisnya
pengen aja memisahkan blog untuk berbagai kebutuhan.
kalo yang ini untuk nampang abiiiiisss...!!
tuk nyalurin bawaan narsis yang udah mendarah daging, he....he...

So, mari kita nge-blog lagi...!