Tampilkan postingan dengan label Kakak ANCHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kakak ANCHA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Januari 2009

Pentas Seni SAIMS 2009





Sabtu tanggal 24 Januari 2009 kemarin, Sekolah kakak mengadakan acara penerimaan raport yang dibarengkan dengan acara pentas Seni para siswa. Pada acara itu semua siswa diwajibkan memakai pakaian adat, karena tema acara itu adalah "dari sabang sampai merauke". Sedangkan untuk wali murid sebenarnya juga diwajibkan memakai pakaian adat daerah, tapi yang dengan senang hati melakukan hanya beberapa orang termasuk bunda, sedangkan yang lain lebih memilh memakai pakaian bebas.

Di acara itu kakak tampil bersama teman-teman dikelasnya menyanyikan lagu "gambang suling". Dan tetap seperti acara-acara yang lain, jadwal acara molor bgt. Siswa disuruh kumpul di sekolah jam 07.00 WIB, sedangkan acara pembukaan dalam susunan acara yang ada dlm undangan dijadwalkan jam 08.00 WIB.pada pelaksanaannya, ketika kakak dan Bunda datang di sekolah jam 07.30 WIB, kondisi masih sepi, dan acara baru dimulai sekitar jam 09.10 WIB. Sebel bgt rasanya, semoga aja kebiasaan molorisasi tidak menular pada anak-anakku.

Yang lebih menghebohkan lagi, pembicara yang diundang untuk acara sarasehan belum datang, padahal acara hiburan dan pentas udah selesai digelar,karena kelamaan dan para undangan udah resah maka acara pembagian raport segera dilaksanakan. Jadi bisa dibayangkan, begitu para wali murid menerima raport, mereka lebih memilih untuk pulang daripada harus mendengarkan pembicara yang punya hobby ngaret itu.

Semoga di acara-acara mendatang akan berlangsung sesuai jadwal dan lebih tepat waktu lagi.

Senin, 26 Januari 2009

Family Gathering SAIMS Jan 09




Maaf,baru sempet nge Blog lagi!!! Tanggal 17 januari 2009, hari sabtu, acara Family gathering yang diadakan oleh sekolah kakak Ancha berlangsung meriah. Dari pagi sejak bangun tidur, kakak dah keliatan antusias bgt tuk ikutan acara. Seperti Dresscode yang tlh ditentukan, kakak memakai baju suroboyoan, sedangkan kami ayah dan bundanya wajib pake batik. Kebiasaan kakak adalah selalu minta berangkat sesuai jadwal yang ditentukan ustazhahnya, jam 07.30 WIB,kami udah ada di SAIMS. Tapi apa yg terjadi, suasana masih sgt sepi,ternyata kebiasaan molorisasi telah membudaya disini.

Ada sedikit rasa kecewa ketika hrs menjawab pertanyaan2 kakak,aku bilang aja orang yang lain belum datang karena punya kebiasaan buruk yg nggak patut ditiru, termasuk untuk pihak sekolah yang sangat tidak konsisten dengan jadwal. Masak ngundang jam 07.30 tapi para personil ato panitia acara banyak yg belum datang, dan ada beberapa orang yang terlihat ngalor-ngidul masih berbenah, agak kesel juga aku ngeliat nya,tapi ya sudahlah.

Dan akhirnya acara dimulai jam 09.15 WIB, hm... molor berat khan !!! jadi susunan acara yg udah dibuat jadi berantakan. Dan yg lebih heboh lagi dandanan anak-anak dah pada berantakan soale kelamaan nunggu. Pas acara Presentasi yang pada akhirnya diselingi pengenalan tiap peserta lonba Cak dan Ning, menurutku berjalan kurang maksimal. Para siswa kelas satu termasuk kakak Ancha terlihat belum menguasai materi yang akan dipresentasikan. Sebenarnya Presentasi ini bagus, isinya tentang pengenalan hal yang berkaitan dengan SURABAYA, misalnya makanan khasnya, alat transportasi,bangunan bersejarah, penduduknya,pakaian adatnya dll. Tapi yang terjadi anak-anak terlihat canggung saat dipanggung, bingung dengan apa yang akan dikatakan. seharusnya para peserta dilatih lebih lama sehingga materi yg diberikan dapat diterima dengan lebih maksimal.

Belum lagi pas acara presentasi yang ternyata diselingi dengan pengenalan diri, saat peserta yang ada dalam Group awal (1,2,3)maju, mereka hanya dipanggil namanya satu persatu, sedangkan pada peserta di Group akhir, mereka dipandu untuk pengenalan dirinya, nama,umur, dll. Saya dan beberapa orang tua sempat mengeluhkan hal itu,karena di susunan acara yg telah dibagikan, pengenalan diri dilakukan setelah presentasi. Jadi anak-anak kami yg semula dah kami seting dari awal tuk cara mengenalkan diri jadi bingung pas prakteknya. Tapi ya sudahlah nggak penting bagi saya untuk menyikapi lebih lanjut. Hanya saja alangkah lebih bagusnya bila format ato susunan acara dilakukan seperti yg sudah diumumkan sebelumnya. Penyambutan orangtua oleh para siswa,Pembukaan,Presentasi kelompok,Pengenalan diri/Parade,Penghijauan, Ramah tamah.

Nggak papa kak Ancha nggak menang, yang penting dah berani tampil di depan panggung. Bunda sayang dan bangga banget ama Kakak ANCHA...!!!

Selasa, 09 Desember 2008

.....dan malam itu, lampu tiba-tiba mati...!!!


Tadi malam (091208), seperti biasanya setiap hari selasa aku dapat tugas tuk ngajar kelas malam. Hujan baru saja reda, Kheysa udah terlelap dalam mimpinya, aku bersiap-siap tuk berangkat. Kakak Ancha baru selesai makan, dan dia merengek-rengek untuk ikut. Akhirnya aku ajak dia ke kantor. Dengan diantar oleh ayahnya kami sampai ke kampus tepat waktu, mahasiswaku baru saja selesai mengikuti kelas jam pertama.

Kelas kumulai sekitar jam 19.50 WIB, Laptop dan LCD udah siap digunakan tuk presentasi. Satu persatu kelompok mempresentasikan tugasnya, baru dua kelompok yang tampil tiba-tiba saja lampu padam. Then, what's happened ??

Mas Ancha yang dari kecil takut banget ama gelap, spontan berteriak ketakutan, lalu berlanjut dengan tangisan yang lama... dan panjaaang!!! kasihan sekali dia. Aku ikut gemetaran, bingung soale gelap banget, dengan dibantu mahasiswa dikelasku aku membereskan Laptop dan perkakas lainnya, lalu sebagian mahasiswa ikut menghibur anakku, dan merayunya agar tenang.

Akhirnya semua kelas bubar sebelum waktunya, karena listrik mati total di seluruh gedung.
Aku merinding banget, ingat ama cerita-cerita seram tentang gedung tempatku ngajar. Ada yang bilang dilantai 3 ada bapak tua berjenggot panjang dengan pipa cangklong yang besar, kalo yang dilantai 4 ada perempuan berbaju putih, berambut panjang yang gendong-gendong bayi, kalo dilantai 2 ada hantu cewek dengan muka rata yang terkenal usil banget. Aku mikir jangan-jangan hantu-hantu itu ntar pada sekongkolan gangguin kami semua,... oh, tidak !!!

Alhamdulillah setelah, ku telpon nggak beberapa lama kemudian Ayahnya Ancha datang menjemput. Dan ternyata anakku nggak trauma dengan kejadian itu, katanya minggu depan dia mo ikut ngajar malam lagi, tapi ntar mo bawa senter.
Ada-ada aja...!!!

Senin, 08 Desember 2008

Kakak Ancha jago mancing


Menjelang liburan Idul Adha kemarin, kami sekeluarga pulang ke Tuban. Yangti ama yangkung kangen ama anak dan cucunya. Pas hari Minggu, Yangkung mengajak kami semua memancing di kolam pancing milik temannya, tempatnya di dekat pantai Tasik Harjo Tuban, arah kecamatan Jenu. Nama kolam pancingnya adalah "Sugih Waras". Pemberian nama itu kali aja biar orang-orang yang datang kesana pada kaya akan kesehatan, amien..!!!

Pas kami sampai disana ternyata sedang ada lomba pancing, jadi kami harus memakai kolam yang khusus untuk keluarga. Dari semua kegiatan itu yang paling antusias adalah kakak Ancha. dia semangat sekali memancingnya, sambil terkadang ngedumel karena gagal melemparkan kailnya ke tengah kolam. Lama menunggu untunglah ada ikan yang baik hati dan tidak sombong yang mau memakan umpannya. Atau mungkin ikan itu terlalu lapar sehingga mau memakan umpan pelet yang baunya nggak ketulungan.

Saking senangnya dapat ikan, kakak berlari-lari menuju gubuk makan tempat aku, Kheysa dan ibuku berteduh dari sengatan matahari yang lumayan terik. Dia pamer keberhasilannya dan minta difoto bersama ikan hasil tangkapannya. ehm... suka pamer kaya' bundanya,... he...he...

Yaah.... lumayan menyenangkan untuk mengisi waktu liburan, walaupun sepanjang kegiatan, Bunda, Yangti dan adik Kheysa berteduh didalam gubuk yang teduh dan sibuk memesan makanan untuk dibawa pulang.

Ada yang lucu saat acara itu berlangsung, yangti kaya'nya salah kostum. ibu tercintaku ini memang sangat feminin, jadi untuk nyesuaikan acara macam gini beliau agak ribet. Yang terjadi malah kayak mo pergi jalan ke Mall.

Karena ayah nggak ikut, kapan-kapan dia mo ngajakin kami tuk kembali ke tempat ini. Dasar ayah, kalo tahu tentang mancing, jadi semangat banget, soale emang dah hobby sih, kalo Bunda hobby nya makan hasil tangkapan yang udah diolah, jadi maksudnya mending cari tempat mancing yang sudah dilengkapi dengan layanan memasaknya, so kita tinggal makan aja kaya' disini,..... he..he..

Minggu, 09 November 2008

Bangun Percaya Diri By Pentas


Sejak kelas Playgroup kakak Ancha dah sekolah di Insan Mulia Surabaya. Sekolah Islam dengan model pembelajaran nature schooll, dengan harapan anak bebas berkembang sesuai potensinya. Di sekolah ini anakku terlihat menikmati setiap waktu yang dilaluinya di sekolah.
Banyak sekali kegiatan yang diadakan oleh sekolah, mulai pentas rutin tiap bulan, Out Bound di luar kota, pondok ramadhan selama dua hari satu malam disekolah, berkunjung ke berbagai tempat sebagai penunjang pembelajaran siswa.
Untuk kegiatan Pentas, diadakan sebagai sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. lomba-lomba antar sekolah lain juga rutin diikuti. Bahkan kakak ancha bersama 5 orang temannya (tim Angklung) kemarin sempat menjadi juara 1 untuk Lomba Alat Musik Beregu antar sekolah di Surabaya yang diadakan oleh NESTLE Dancow.
Pialanya besar banget, dan disimpan di lobby sekolah. Gara-gara itu, setelah selesai acara Ancha dan teman regu angklungnya berebut minta dibelikan piala yang lebih kecil.

Sabtu, 11 Oktober 2008

" Bunda, jangan menangis!"


Suatu ketika ada masalah, aku hanya menghibur hatiku lewat tangis. Tak kuduga datang malaikat kecilku (kakak ANCHA), dia mencoba mencari kegundahan dalam diriku. Dengan tatapan polosnya yang memandangku dengan penuh simpati, dia berkata " Bunda, jangan menangis. Sini aku peluk biar bunda nggak sedih lagi!"
Ya Allah, ternyata anakku sangat peduli dengan aku. Alhamdulillah aku telah berhasil mendidiknya agar memiliki rasa empati pada sesama. Semoga hal baik itu slalu tertanam pada dirinya.
I Love U so much

Kamis, 09 Oktober 2008

Kenalin nih jagoanku..!!!


Namanya Ancha....
Lengkapnya Raditya Khansa Adifa
Artinya Pejuang muslim yang membawa cahaya kebahagiaan (amien...ya robal alamin)
sebenernya yang membuat nama tuh aku, pas mo bikin cari idenya dari buku nama-nama bayi.
Dari dulu dah punya niatan, klo punya baby mo di beri nama seperti matahari, bintang, bulan, dan benda-benda langit lainnya (emangnya mo bikin anak berapa jeng ???).
Pas kebetulan buka buku ada nama keren, "RADITYA", wah cocok nih artinya matahari
Bungkussss....
Trus kata orang, nama harus terdiri dari 3 kata/5 kata/ 7 kata (pokoke ganjil) biar peruntungannya bagus.
maka nya, pas cari-cari nama lanjutannya, hati langsung kepincut ama nama "KHANSA" (dibuku itu dituliskan artinya "Pejuang Muslim")
lalu nama ketiga apa ya ??? Oh ya,kayaknya biar ntar nama anak-anakku seragam harus diberi embel-embel nama Ortunya, jadi deh.. nama "ADIFA", singkatan dari "Anak Dira dan Fajar"
Dulu kami memanggilnya "Khansa", semua berubah ketika ngedaftarin dia sekolah Playgroup, ada temannya dipanggil dengan nama yang sama,"Khansa", padahal dia cewek...Wah, jangan-jangan ada yang salah nih, pikir ku
dan sejak itu dia kami panggil "ANCHA" aja, biar ndak ketahuan salahnya (no problems honey, apa arti sebuah nama)
Dan baru-baru ini dia dah bisa protes tuk urusan namanya, yaitu pas dia nonton Sinetron dengan tokohnya cewek bernama KHANZA.
komentarnya " lho kok namaku dipake ama cewek sih, bunda???"
Aku hibur dia," enggak kak, kalo yang itu khan pake "Z".
Oooo, githu ya??