Senin, 08 Desember 2008

Kakak Ancha jago mancing


Menjelang liburan Idul Adha kemarin, kami sekeluarga pulang ke Tuban. Yangti ama yangkung kangen ama anak dan cucunya. Pas hari Minggu, Yangkung mengajak kami semua memancing di kolam pancing milik temannya, tempatnya di dekat pantai Tasik Harjo Tuban, arah kecamatan Jenu. Nama kolam pancingnya adalah "Sugih Waras". Pemberian nama itu kali aja biar orang-orang yang datang kesana pada kaya akan kesehatan, amien..!!!

Pas kami sampai disana ternyata sedang ada lomba pancing, jadi kami harus memakai kolam yang khusus untuk keluarga. Dari semua kegiatan itu yang paling antusias adalah kakak Ancha. dia semangat sekali memancingnya, sambil terkadang ngedumel karena gagal melemparkan kailnya ke tengah kolam. Lama menunggu untunglah ada ikan yang baik hati dan tidak sombong yang mau memakan umpannya. Atau mungkin ikan itu terlalu lapar sehingga mau memakan umpan pelet yang baunya nggak ketulungan.

Saking senangnya dapat ikan, kakak berlari-lari menuju gubuk makan tempat aku, Kheysa dan ibuku berteduh dari sengatan matahari yang lumayan terik. Dia pamer keberhasilannya dan minta difoto bersama ikan hasil tangkapannya. ehm... suka pamer kaya' bundanya,... he...he...

Yaah.... lumayan menyenangkan untuk mengisi waktu liburan, walaupun sepanjang kegiatan, Bunda, Yangti dan adik Kheysa berteduh didalam gubuk yang teduh dan sibuk memesan makanan untuk dibawa pulang.

Ada yang lucu saat acara itu berlangsung, yangti kaya'nya salah kostum. ibu tercintaku ini memang sangat feminin, jadi untuk nyesuaikan acara macam gini beliau agak ribet. Yang terjadi malah kayak mo pergi jalan ke Mall.

Karena ayah nggak ikut, kapan-kapan dia mo ngajakin kami tuk kembali ke tempat ini. Dasar ayah, kalo tahu tentang mancing, jadi semangat banget, soale emang dah hobby sih, kalo Bunda hobby nya makan hasil tangkapan yang udah diolah, jadi maksudnya mending cari tempat mancing yang sudah dilengkapi dengan layanan memasaknya, so kita tinggal makan aja kaya' disini,..... he..he..

Alergi AC mobil



Putri cantikku "Kheysa", paling ribet kalo diajak bepergian. Karena setiap dia naik mobil, bawaannya mau muntah. Apalagi kalo mobil itu ber-AC dan pakai parfum yang baunya menyengat. Dulu pas bayi, hal ini nggak pernah dialaminya, namun akhir-akhir ini jadi kebiasaan. Solusinya adalah sebelum Kheysa naik mobil, semua jendela dibuka dan AC dinyalakan, sehingga semua bau yang ada di dalam mobil hilang. Trus kalo Mbak Echa sudah duduk manis, AC mobil dimatikan atau dikecilkan.

Kalo udah nyaman dia akan secepatnya tertidur, dan akan terbangun begitu sampai ditempat tujuan. Kalau semisal dia tidak tidur, jangan sekali-kali diberi minum susu, kue, atau makanan lain, karena pasti semua itu akan membuatnya muntah lebih cepat. Jadi biasanya sebelum pergi, pasti jatah susu dan maemnya harus dihabiskan di rumah, karena kalo sudah diatas mobil dia akan memilih tuk puasa kecuali minum air,...he..he..

Trus tambahan lagi setiap dia mo pergi selalu minta dipakaikan Jilbab. Selain untuk menjaganya darikedinginan ternyata jilbab itu menjadi penangkal alerginya ama AC mobil.
Dia malah lebih antusias kalo diajakin pergi naik sepeda motor, pasti begitu duduk diantara bunda dan Ayahnya, dia langsung tertidur, Lucu banget ya...!!!

Tokoh Kartun Kesukaan KhanKhey


DVD player di rumahku hampir sepanjang hari digunakan. Yang paling sering diputar adalah film kartun kesukaan mas Ancha dan mbak Echa. Mereka berdua punya tokoh kartun favorite yang berbeda, kakak Ancha suka ama avatar, naruto, spiderman, transformer, Bakugan, Ben-10.
Sedangkan si adik, sukanya ama Dora the Explorer, Spongebob, Teletubies, Tom Jerry, dan Diego.

Bisa dibayangkan, kalo keduanya sama-sama pengen nonton, pasti yang terjadi adalah keributan, keduanya saling mempertahankan kesukaannya, tapi untung akhir-akhir ini kakak Ancha lebih pengertian. Dia mau mengalah ama adiknya, jadi rumah makin tenang.

Saking seringnya DVD Dora diputar, mbak Echa sampai hafal semua kalimat, lagu dan gerakan di film itu. dan dia makin tertarik tuk memiliki pernak-pernik seperti milik Dora, Ransel, jam tangan, sepatu Bot, parasut. Untung aja dia nggak minta dibelikan monyet kaya' Boot, kalo sampe dia minta, pasti Bunda yang merinding duluan.

Boneka "Big DORA "


Kamis malam tanggal 4 Desember 2008, kami sekeluarga jalan-jalan ke Royal Plasa. Niatan awal adalah mencari sandal baru untuk Ayah dan Kak Ancha. Muter-muter ngalor ngidul, akhirnya kita coba tuk cari di Matahari, but there's nothing !!!
Kakak maunya New Era model sepatu sandal (mirip ama miliknya yang dah rusak), tapi setelah muter-muter nggak ketemu dia minta sandal jepit gambar tokoh idolanya "NARUTO" di stan BATA.

Ayah lebih ribet lagi kalo milih barang. Suami tercintaku ini paling seneng ama sandal model selop, maunya warna coklat, tapi hampir di semua stan jualnya warna hitam. Kalopun ada yang pas warnanya, yang nggak ada malah ukurannya. uhh... capek deh..!!

Capek keliling, kak Ancha minta dibeliin Roti abon kesukaannya di Breadtalk. Ketika melewati show room "ACE hardware", dari kaca pembatas kakak ancha menunjuk pada box besar berisi Boneka-boneka, bentuknya bermacam-macam tokoh Kartun. Karena penasaran kita masuk ke dalam, dan ternyata di Box itu ada tokoh DORA, DIEGO, dan Spongebob.

Tahu ada tokoh idolanya nangkring disitu, dik Kheysa merajuk minta dibelikan. Boneka DORA yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya itu telah memikat hatinya, kami tak bisa membujuknya lagi. Akhirnya Boneka made in China " Nick Junior"itu berhasil dimilikinya. Tahu nggak harganya ?? Rp. 258.700,- harga yang menurutku lumayan mahal untuk sebuah boneka raksasa.

Dasar si adik,.. pas beli semangat banget, eh begitu bisa memiliki, tuh boneka hanya dimainin sebentar, diseret ngalor ngidul. Dan sekarang yang semangat banget tuk meluk boneka itu adalah Aku. Abis rasanya nyaman banget meluknya, lebih empuk dari badan Kheysa.
Sekarang malah si Ayah yang cemburu ama Big DORA, karena bunda jadi jarang memeluknya,... ha...ha...

Rabu, 03 Desember 2008

" ... aku nggak marah, cuma sedih aja ...!!!

Beberapa hari ini aku pulang agak sorean, biasalah ngurusin mahasiswa yang pada mo seminar TA. Setiap menjelang ujian Lisan kesibukanku makin padat aja. No, problemo asalkan semua tugas bisa dikerjakan dengan lancar aja, hati terasa tenang.

Sesampainya di rumah, aku lihat putri kecilku bermain dengan si mbak.
Aku sapa dia, " assalamualaikum, Kheysa !"
dia menghentikan aktivitasnya sebentar seraya mendongakkan kepala, kulihat diwajah cantiknya tak ada senyuman untukku. hm... kok nggak kayak biasanya ya???
Aku taruh tas kerjaku, lalu aku dekati dia, aku cium pipi putihnya, dia tersenyum tapi tidak tulus.
" adik lagi marah sama bunda ?" tanyaku
"aku nggak marah bunda, cuma sedih aja...!" jawabnya
"kenapa dik ??? bunda nakal ya bikin adik sedih ?? tanyaku lagi
"aku sedih karena bunda pulangnya lama, aku nggak punya teman main" katanya sambil memandangku.

Aku tersentak, kaget, tak percaya dengan apa yang barusan aku dengar...
ternyata putri kecilku yang baru berusia 2 th lebih ini dah bisa berkomentar tentang apa yang telah aku lakukan, ternyata dia bisa merasakan perubahan ritme jam kerjaku, dia merasa kesepian.

" maafkan Bunda ya dik, besok-besok bunda nggak ulangin lagi. tapi dik Kheysa kan dah ada mbak Watik yang nemenin ??" kataku
"tapi aku maunya ama bunda aja, mbak aja yang kerja.." jawabnya

hm... bisa juga dia memberi alasan,walopun dia nggak paham betul maksudnya.
Mungkin benar apa yang dikatakan orang, bahwa sebenarnya kita bisa belajar banyak dari seorang anak, dari perasaannya yang sangat peka, dari ketulusan cinta, dari harapannya akan cinta dari orang tuanya, dan tentang arti memiliki dan dimiliki

Maafkan Bunda sayang, besok-besok Bunda nggak akan pergi lama-lama lagi !!! LOVE you

Minggu, 30 November 2008

Rutinitas Minggu Pagi


Sejak dulu suamiku paling hobbi ama yang namanya memelihara binatang. Dulu pas masih kuliah, dia punya tupai kecil yang jinak banget, tapi nasib tupai itu tragis karena dia mati kegencet tubuh subur suamiku pas dia ikutan tidur disampingnya. Ada lagi ular piton milik kakaknya yang dulu sempat dipelihara, karena teledor si ular lepas. Trus pernah punya ikan Arwana Silver Red yang panjangnya hampir satu meter, tapi tuh ikan mati tersungkur dibawah meja aquarium tanpa ada orang yang tahu. Tapi dari semua binatang yang dia pelihara sampai sekarang adalah Burung kicauan.

Selain itu suamiku paling senang memelihara en koleksi tanaman hias, berbagai jenis tanaman yang lagi digemari banyak orang. Setiap ada pameran tanaman hias, pasti dia akan jadi pengunjung pertamanya.

Kalo aku dari dulu paling nggak bisa yang namanya merawat tanaman, kali kebawa ama sikap moody ku kadang rajin, kadang males. Trus kalo ama binatang aku nggak suka blas, apapun jenisnya, ama kucing nggak suka bulunya, ama anjing takut banget soale pernah dikejar-kejar anjing tetangga, pokoke aku nggak interest ama binatang apapun, termasuk ama kutu ataupun semut.

Nah, pas akhirnya menikah dengan Misua tercinta ini, berarti aku juga menikah dengan hobbinya. Jadi aku ngebiasain diri tuk menerima keadaan rumah yang penuh dengan suara burung, membiasain tahu berbagai jenis pakan burung, entah itu jangkrik, ulat hongkong, kroto, dan apapun itu yang sebenarnya menurut aku sangat menjijikkan.

Sejak aku punya baby, kebiasaan suamiku tetap berlanjut dalam hal memelihara binatang. Ternyata itu semua menular pada kedua anakku. Saat ini Mas Ancha dan Mbak Kheysa ikut-ikutan tertarik tuk memelihara binatang. Pilihan mereka berbeda, Mas Ancha koleksi ikan hias, kalo mbak Echa punya 2 kura-kura kecil yang kadang dirawat dan kadang dilupakan.

Tapi yang membuatku takjub adalah, mereka berdua tidak jijik ataupun takut ama yang namanya jangkrik, ulat hongkong, ataupun cacing darah yang jadi pakan untuk binatang-binatang yang ada dirumahku. Giliran aku yang ketakutan setiap mereka bertiga menggodaku dengan mendekatkan binatang-binatang menjijikkan itu ke arahku.
Dasar anak sama bapak sama-sama anehnya !!!

Nah dari Hobby mereka ini, kami sekarang punya rutinitas minggu pagi yaitu pergi ke IRBA (alias jalan irian barat) tempat jualan binatang-binatang piaraan terutama ikan hias. Kalo dah nyampe disana, aku coba aja tuk ikut larut dalam kesenangan mereka bertiga menyaksikan berbagai binatang dagangan yang ada. Trus kalo pulang pasti ada aja yang dibeli tuk tambahan koleksi. Yang paling baru adalah ikan tarung milik kak Ancha, warnanya perpaduan putih merah. ehm.... cantik juga sih tuh ikan. Kalo dek Kheysa merengek minta kura-kura lagi, karena salah satu kura-kura miliknya mati.

Yaa..... itulah rutinitas minggu pagi, yang biasanya ditutup dengan berburu jajanan dan nasi pecel ditempat favorit suami. Nah bagi aku, ya acara berburu makanan inilah yang mengasyikkan. He...he.... I LOVE you

Minggu, 23 November 2008

Sekarang Pake Back Pack

Sehabis jatuh dari motor, semua orang yang peduli ama aku pada bingung, menganalisa penyebab jatuhku. Ada yang bilang karena ngeremnya pake rem bawah pas jalanan basah, ada yang komen karena keberatan bawa laptop pake tas samping, padahal kalo aku ditanya penyebab utamanya adalah karena kebiasaanku melamun. (penyebab yang sangat tidak penting).

Untuk meminimalisir kejadian yang sama akan berulang, maka adikku memintaku agar berganti menggunakan back pack aja, ketimbang aku ribet tiap hari bawa laptop by side bag. Untuk itu hari sabtu kemarin aku ama dia janjian pergi ke GM to find a Back Pack for me.

Dari dulu aku paling seneng pake tas-tas model feminine, jadi pas kemarin cari tas punggung itu ribet banget. Si adik komentator sejatiku, protes terus, kalo nggak tas nya yang kegedean, kadang dapat tas yang modelnya kekanakan, aku jadi mirip DORA, tokoh idola anakku. Lama milih-milihakhirnya aku dapat Back Pack yang lumayan cocok, nggak terlalu masculin, nggak kegedean, nggak kekanakan, dan yang penting nggak terlalu mahal.... ha...ha...

Jadi besok-besok pas kerja aku pake tas baruku, moga aja nggak ada yang kaget dengan penampilanku. Aku ngeri aja kalo ada yang olokin aku kayak DORA.