Sabtu, 11 Oktober 2008

" Bunda, jangan menangis!"


Suatu ketika ada masalah, aku hanya menghibur hatiku lewat tangis. Tak kuduga datang malaikat kecilku (kakak ANCHA), dia mencoba mencari kegundahan dalam diriku. Dengan tatapan polosnya yang memandangku dengan penuh simpati, dia berkata " Bunda, jangan menangis. Sini aku peluk biar bunda nggak sedih lagi!"
Ya Allah, ternyata anakku sangat peduli dengan aku. Alhamdulillah aku telah berhasil mendidiknya agar memiliki rasa empati pada sesama. Semoga hal baik itu slalu tertanam pada dirinya.
I Love U so much

Ternyata KB itu penting !!!

Bagi rekan-rekan sesama wanita, ataupun ibu-ibu yang berniat tuk mengatur kehamilan, jangan pernah menyepelekan pentingnya menjadi Akseptor KB (jadi kaya' iklan BKKBN..he..he.. :-p). Jujur dari dulu saya tidak pernah ikutan KB, kenapa ??? karena saya sangat takut dengan efek yang akan dirasakan, itupun karena saya mendengar dari orang-orang yang telah menjalankan. Kalo IUD, katanya bisa membuat tamu bulanan kita makin deras dan lama selesainya, lalu gerakan harus dibatasi karena alat tersebut bisa turun bila kita terlalu aktif bergerak. Kalo untuk KB pil, sempet saya coba, tapi kepala sering pusing, akhirnya pemakaian saya hentikan.Kalo KB suntik, katanya tamu bulanan makin sering berkunjung, berat badan terus bertambah, jerawatan dll. Nah itulah yang sering membuat saya berulang kali harus berpikir untuk jadi akseptor KB.
Setelah mengalami berbagai macam gangguan pada kehamilan ini, saya baru sadar bahwa KB itu penting. wah.... dah telat nih sadarnya,...he...he...

Suami ikut merasakan "Persalinan"


Ternyata suami kita juga ikut merasakan sakitnya proses persalinan, contohnya adalah suamiku. Pas aku melahirkan kakak ANCHA, dia terkena sakit cacar air. Ada yang bilang itu adalah karena dia ikutan "nglarani" atau ikut merasakan sakitnya persalinan yang baru saja aku hadapi. tapi apa benar ya ???
lalu pas aku hamil Mbak Kheysa, hampir semingguan suamiku sakit, sakitnya aneh banget yaitu sakit kepala, lalu ganti batuk-batuk, besoknya ganti panas badan yang tinggi, ganti lagi sakit gigi hingga bibirnya ikutan bengkak. anehnya pas ditanyakan ke dokter tak ditemukan kelainan pada giginya. Sampai akhirnya datang waktu persalinanku, eh.. tiba-tiba aja semua rasa sakit yang selama seminggu dialaminya itu hilang tanpa bekas.
Menurutku bagus juga kalo semua suami mengalami hal itu, biar adil, supaya mereka tahu sakitnya proses persalinan yang harus kita hadapi,he....he....

Dokter kandunganku TOP banget!!!

Untuk Kehamilanku yang pertama dulu aku konsul ama dr. Indarto, SpOg dan untuk persalinan aku pulang kampung ke tuban, dan akhirnya bersalin di klinik "Rengganis " Tuban. Untuk Kehamilan keduaku, konsultasi hingga persalinan dibantu oleh dr. Hari Paraton, SpOg. Beliau adalah dokter yang ramah, karismatik, sabar dan sangat telaten dalam menghadapi pasien. Apalagi aku ini termasuk pasien yang rewel, cerewet, kebanyakan nanya, bandel, dan mungkin kalo dokternya nggak sabar, bisa-bisa ilfil duluan setiap kali aku datang, he...he...
Untuk kehamilanku Ke-3 dan ke-4 yang bermasalah itu,aku juga ditangani oleh dr. Hari Paraton. Beruntung sekali aku bisa memiliki dokter kandungan yang TOP abis itu. Untuk teman-teman sesama wanita, pesanku kalo pilih dokter kandungan harus yang sesuai dan cocok dengan kita, cari info dari teman-teman anda. Karena bila kita telah merasa nyaman dengan dokter tersebut, maka proses kehamilan dan persalinan pasti akan terasa lebih ringan. trus untuk rumah sakit bersalin, cobalah untuk lakuin survey sebelum waktu persalinan datang. Cari tahu tentang prosedur yang ada, harganya, kondisi tempatnya, dan sistem perawatan pasca melahirkan yang ada disana. karena ada yang menerapkan rawat gabung untuk ibu dan bayinya, dan ada yang menganut rawat terpisah, jadi si bayi ditangani di kamar pengawasan khusus. Semua harus benar-benar klop dengan kita, jadi pas waktu bersalin tlah tiba kita dah tahu tempat bersalin yang akan kita tuju.

"Khan-Khey" Beda Karakter


"Khan-Khey"adalah singkatan dari Khansa dan Kheysa, Sumber kebahagiaan dan Motivator hidupku. Kedua makhluk spesial ini benar-benar membuat perubahan yang nyata pada hidupku, pada pola pikirku, dan selalu menantangku untuk belajar banyak hal baru sepanjang waktu. Termasuk didalamnya adalah mempelajari karakter mereka yang ternyata banyak sekali perbedaannya. Sehingga untuk bisa mendidiknya aku harus melakukan pendekatan yang berbeda pada keduanya. Kakak ANCHA, dia cenderung lebih perasa, sensitif, lebih peka, penyayang, punya rasa sosial dan empaty yang tinggi pada sesama, ramah, lebih suka mengalah, kurang mandiri, perlu diberi motivasi yang tinggi untuk bisa percaya diri, lebih cepat bosan, kurang telaten, kadang pemalu, tapi kadang juga malu-maluin he...he.. Mbak KHEYSA, untuk putri kecilku ini, lebih percaya diri, cuek, keras kepala, telaten dalam mengerjakan sesuatu, peniru ulung, mau menang sendiri, mudah beradaptasi dengan situasi baru, tidak perlu motivasi yang berlebih karena dia selalu yakin bisa melakukan segala hal. Kata-kata yang sering diucapkan adalah " mbak echa bisa". Tetapi dari segala perbedaan yang ada, ada beberapa sikap yang sama yaitu suka pamer, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan selalu bertanya tentang banyak hal untuk bisa mendapatkan penjelasan yang memuaskan. Ada kesamaan juga dalam hal kesukaan yaitu tertarik dengan buku-buku pengetahuan atau ensiklopedi tentang binatang. Bagaimanapun juga, karakter mereka adalah keunikan yang mereka miliki. Semoga mereka berdua menjadi orang-orang yang berguna untuk sesamanya, dan selalu bisa merasakan kebahagiaan yang hakiki.

Kehamilan Ektopik Belum Terganggu (KEBT)


Wah, apalagi nih??? Ini adalah salah satu jenis kehamilan bermasalah lainnya. Hampir sama dengan KET, yang berbeda adalah untuk kehamilan ini si ibu tidak merasakan nyeri, sehingga terkadang mengira kehamilannya berjalan normal dan baik-baik saja. Gejalanya sama seperti orang hamil pada umumnya, juga sama seperti pada KET, akan ditandai adanya flek, namun tanpa diikuti rasa nyeri pada perut bagian bawah. Bila dilihat pada USG, tidak akan tampak calon janin di dalam rahim. Padahal bila ditest urine ataupun test darah, hasil akan menunjukkan tanda positif. Untuk kehamilan jenis ini aku juga mengalaminya. wah, lengkap banget ya pengalamannya !!! Untuk KEBT, aku mengalaminya pada kehamilanku yang ke -4. Setelah mengalami KET 10 bulan yang lalu, sebenarnya dokter menyarankan untuk mengikuti KB hormonal, karena seseorang yang pernah mengalami hamil diluar kandungan cenderung akan mengalami hal yang sama pada kehamilan berikutnya. dulu dokter sempat mengatakan bahwa kemungkinan untuk bisa hamil lagi setelah mengalami operasi pemotongan salah satu saluran adalah hanya 40 %. Memang aku tergolong bandel dan menggampangkan masalah tersebut, pikirku paling-paling nggak akan hamil lagi. ternyata ujian datang lagi dan mungkin itu adalah buah dari kebandelanku, dan dari pengalaman itu aku akhirnya sadar bahwa aku termasuk orang yang kurang mawas diri. Tapi ya sudahlah, apapun itu sudah terjadi yang tertinggal hanya penyesalan yang tiada guna. Prosedur yang diambil oleh dokter adalah sama seperti KET, yaitu operasi Laparotomy. Untuk kahamilanku yang ke 4 ini berumur sekitar 7 mingguan. Karena kondisi kehamilan ini belum terganggu, maka ketika bakal janin dikeluarkan bentuknya masih utuh terbungkus dalam kantong ketuban. Dan untuk anak keempatku ini diberi nama KAMILA-KHAMIR. Semoga dari semua yang pernah aku alami ini, membuatku lebih dewasa dalam berpikir, lebih sabar, lebih bisa mendengarkan pendapat orang lain, dan yang paling penting adalah lebih dekat dengan-Nya. Amien.....

Jumat, 10 Oktober 2008

Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)


Ini adalah salah satu jenis kehamilan yang bermasalah. Kehamilan seharusnya terjadi didalam rahim, tapi untuk KET ini kehamilan terjadi didaerah luar rahim. Kehamilan jenis ini termasuk berbahaya, karena bila tidak secepatnya ditangani, akan mengancam keselamatan si calon ibu. Untuk menghindari keterlambatan penanganan atau untuk mendeteksi adanya kelainan dalam proses kehamilan maka sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke Dokter Kandungan begitu tahu bahwa anda telah positif hamil.
tanda-tanda kehamilan juga sama seperti kehamilan biasa, antara lain terlambat haid, mual, muntah, nyeri punggung, keinginan buang air kecil makin sering, dll. Tapi yang menjadi ciri khusus dari KET adalah adanya tanda berupa flek darah selama kehamilan, nyeri yang amat sangat di perut bagian bawah. Rasa nyeri itu berasal dari pendarahan yang terjadi di dalam rahim.
Mengapa aku membahas hal ini, karena aku juga pernah mengalaminya, yaitu terjadi pada kehamilan ketigaku. karena kehamilan ini terjadi disaluran atau tuba vallopi, maka dokter kandunganku memberikan pilihan tindakan kepadaku, karena saat itu kehamilanku belum terganggu maka aku memilih untuk terapi suntikan Methotryxate. Suntikan ini adalah suntikan yang biasanya digunakan oleh penderita kanker, efek yang diharapkan dengan pemakaian suntikan ini adalah untuk mematikan atau menghentikan pertumbuhan dari bakal janin. Efek samping dari pemakaian suntikan ini adalah mual, muntah, hilang nafsu makan, rambut rontok. Bila terapi ini berhasil maka si calon janin itu akan mengecil, mengerut dan akhirnya kehamilan berhenti. Suntikan tersebut diberikan setiap hari sekali. Tapi pilihan tindakan tersebut ternyata tidak berhasil untukku, bahkan setelah suntikan hari ketiga, aku merasakan nyeri yang amat sangat dalam perutku. Lalu untuk tindakan penyelamatan dokter segera melakukan operasi Laparotomy (pengambilan janin yang ada di saluran telurku). operasi ini hampir sama seperti sectio caesar, sehingga untukku ini adalah operasi kedua yang dilakukan dengan jalan membuka kembali rahimku, sehingga irisannya adalah tepat pada bekas jahitan operasi caesarku 15 bulan yang lalu.Ternyata janin yang salah tempat itu telah pecah, sehingga dokter terpaksa memotong saluran telurku yang sebelah kiri.
Antara rasa bersyukur dan kesedihan berkumpul jadi satu dihatiku, bersyukur karena masih bisa selamat dari kondisi yang membahayakan, sedih yang mendalam karena ternyata amanah yang baru saja diberikan kepadaku telah diambil kembali. Saat operasi itu usia kandunganku sekitar 8 mingguan. Karena menurut orang jawa, setiap janin harus diberi nama dan diperlakukan secara layak, maka kami sekeluarga sepakat memberi nama KHAFKA-KAYLA. Mengapa namanya gabungan antara nama laki dan perempuan? karena pada usia kehamilan tersebut kita belum tahu jenis kelaminnya.
Tapi aku yakin, dibalik semua ujian dan cobaan-Nya pasti ada hikmah yang mengikuti. Semoga aku diberi kesabaran yang lebih untuk menghadapi semua ujianku. Amien....